Senin, 20 November 2017

Program Aplikasi Audit,Audit Program Generator (APG)

APG (Audit Program Generator)






Waktu, biaya, tenaga, tanggal penyelesaian, adalah semua elemen yang harus diperhitungkan ketika sebuah tim audit membuat perencanaan audit. Langkah pertama dalam perencanaan audit tersebut akan dipersiapkan dalam sebuah daftar perencanaan audit.

APG memungkinkan tim audit mempersiapkan daftar perencanaan audit mereka. APG memungkinkan tim audit untuk menambah, menghapus atau melakukan modifikasi item-item individual dalam daftar perencanaan audit untuk menyesuaikan antara pekerjaan auditor dengan keperluan klien mereka.
Daftar perencanaan audit dari APG termasuk item-item untuk menetapkan:

· Persetujuan penerimaan tugas
· Persetujuan personel audit terhadap perikatan audit
· Tingkat independensi
· Pengetahuan terhadap kesatuan usaha
· Taksiran kemampuan audit
· Surat Perikatan
· Taksiran risiko audit dan tingkat materialitas
· Taksiran risiko pengendalian
· Tindakan-tindakan melanggar hukum
· Tingkat kesalahan dan ketidakpatuhan
· Prosedur analitikal
· Strategi audit dan program audit

APG dapat membantu dalam memenuhi standar auditing, mempertimbangkan struktur pengendalian internal dalam sebuah laporan keuangan auditan. Standar auditing mengharuskan auditor mendapatkan pemahaman terhadap tiga elemen dari struktur pengendalian dan apakah kebijakan-kebijakan yang relevan, prosedur-prosedur dan catatan-catatan yang mendasar telah diterapkan pada perusahaan yang diaudit.

Daftar perencanaan berfungsi sebagai sebuah kontrol untuk memastikan bahwa semua bagian struktur pengendalian internal telah diperiksa, dan ini menjadi bagian pertama dari peralatan APG mengacu kepadanya.

Untuk itu, maka pada APG disediakan sebuah form berisikan daftar pertanyaan untuk mengetahui tingkat pengendalian internal pada perusahaan yang diaudit. Untuk penggunaan daftar pertanyaan tersebut secara efektif, maka auditor harus merecord tanggapan-tanggapan untuk pertanyaan-pertanyaan dan pekerjaan yang dilakukan untuk melihat bahwa prosedur-prosedur yang diidentifikasi merupakan kondisi aktual pada perusahaan yang diaudit. Dalam banyak kasus, sebuah referensi dari kertas kerja dimana sebuah hasil pemeriksaaan disimpan, akan menjadi kebutuhan penting dalam audit.
Setelah melengkapi daftar pertanyaan tersebut, berikutnya APG akan mendesain tahapan demi tahapan yang mendasari dalam pembuatan keputusan auditor seperti misalnya : taksiran risiko pengendalian pada tingkat maksimum, dan bagaimana mengurangi beberapa taksiran risiko. Dalam lembar kasus, auditor dapat mendesain pengujian-pengujian khusus dalam bagian pengendalian internal dari program untuk memberikan jaminan bahwa pengendalian dapat dipercaya untuk mengurangi risiko pengendalian dibawah tingkat maksimum sebagai fungsi aktual untuk asersi laporan keuangan tertentu.
Setelah dapat mengembangkan perencanaan untuk auditnya, keuntungan dari sebuah perikatan audit dari struktur pengendalian, dibuat sebuah taksiran risiko pengendalian, dan membuat beberapa analisis finansial pendahuluan. Berikutnya, auditor siap untuk mengerjakan pengaturan dari perencanaan audit, dan program pengujian substantive.

Program audit akan dijilid untuk setiap perikatan audit. Setiap perikatan tersebut berbeda dan meminta auditor untuk menggunakan keahlian professional mereka untuk memformulasikan tahapan-tahapan audit yang dibutuhkan untuk memberikan ukuran yang jelas, tingkat materialitas, dan tingkat objektivitas auditor sebagai factor-faktor yang perlu dipertimbangkan.

Program audit akan dijilid untuk setiap perikatan audit. Setiap perikatan tersebut berbeda dan meminta auditor untuk menggunakan keahlian professional mereka untuk memformulasikan tahapan-tahapan audit yang dibutuhkan untuk memberikan ukuran yang jelas, tingkat materialitas, dan tingkat objektivitas auditor sebagai faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan.

Hal tersebut sangat sulit dan waktu yang dikonsumsi untuk mengembangkan program audit sejak awal untuk masing-masing perikatan audit yang baru. Dan seperti telah diuraikan sebelumnya bahwa APG dapat membantu pembuatan perancangan program audit sejak awal mula atau menyediakan langkah-langkah yang diusulkan untuk melakukan modifikasi terhadap kondisi-kondisi yang tertentu pada klien.
APG telah didesain untuk dimulai dengan lima asersi:

· Keberadaan atau keterjadian
· Kelengkapan
· Hak dan kewajiban
· Penilaian atau pengalokasian,
· Penyajian dan pengungkapan


Kegunaan lain dari APG adalah dapat digunakan untuk meninjau daftar pengungkapan dan tingkat kepatuhan terhadap perpajakan. Hal ini dapat membantu auditor memastikan bahwa laporan keuangan memenuhi semua unsur pengungkapan dan bahwa perusahaan klien telah mematuhi peraturan perpajakan yang berlaku.

Senin, 09 Oktober 2017

AUDIT SISTEM INFORMASI INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) BERDASARKAN PANDANGAN PEGAWAI MENGGUNAKAN PENDEKATAN COBIT 4.1

Latar Belakang
Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan, kebutuhan akan teknologi pendukungnya pun semakin bertambah. Begitu juga dengan sistem informasi yang dibutuhkan oleh rumah sakit. Perbaikan demi perbaikan dilakukan oleh setiap rumah sakit demi meningkatkan kepuasan pelayanan serta menjadi faktor dalam persaingan dengan rumah sakit lainnya. Untuk itu Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), membangun sebuah sistem informasi guna meningkatkan kualitas pelayan rumah sakit. Tetapi dalam penggunaannya, masih di temukan kendala-kendala yang dikeluhkan oleh pegawai sebagai pengunnanya. Hal ini dapat menghambat kinerja pegawai dalam mengerjakan pekerjaannya. Terlebih di dalam bidang Instalasi Gawat Darurat (IGD). IGD merupakan sebuah unit yang menangani kasus–kasus dengan tingkat kepentingan lebih dari unit lain. Di dalam IGD, semua pegawai dituntut untuk cepat dan tepat dalam mengerjakan pekerjaannya yang sangat berhubungan dengan keselamatan pasien.Juli 2011, IGD RSCM telah melakukan sebuah perombakan sistem informasi, yang sebelumnya aplikasi yang digunakan berbasis offline, kini menjadi online. Perubahan ini bertujuan untuk mempercepat proses pendataan pasien rawat inap dimana dibutuhkan penanganan extra dibanding pasien rawat jalan. Sistem informasi IGD RSCM ini dapat berhubungan langsung dengan sistem informasi pada bagian Pelayanan Jantung Terpadu (PJT) dan Gedung A (tempat dimana pasien rawat inap dirawat). Untuk mengetahui penyebab terjadinya kendala-kendala pegawai didalam melaksanakan sistem informasi IGD RSCM, dilakukan Audit Sistem Informasi Instalasi Gawat Darurat (IGD) Berdasarkan Pandangan Pegawai. Sehingga dapat diketahui keselaranan dan ketepatan jalannya proses antara tujuan sistem informasi dengan tujuan bisnis IGD RSCM. Proses ini dilakukan menggunakan pendekatan COBIT 4.1 karena bila dibandingkan dengan metode konsep pengendalian internal lainnya (ESAC, COSO, SASs 55/78, dan CoCo), COBIT merupakan metode yang paling tepat untuk mengaudit sebuah sistem informasi, manajemen, dan users. Langkah tersebut bertujuan untuk mengetahui hal-hal yang seharusnya dilakukan atau diperbaiki guna meningkatkan dan memaksimalkan sistem informasi IGD RSCM yang sudah ada saat ini dan untuk mengembangkannya agar lebih baik lagi.

Perumusan masalah 
Berdasarkan latar belakang permasalahan yang telah dipaparkan, penyusun mengidentifikasi pokok permasalahan sebagai berikut: a. bagaimana melaksanakan audit sistem informasi IGD RSCM dengan standar COBIT 4.1 berdasarkan pandangan pegawai; b. sejauh mana sistem informasi di IGD RSCM telah diterapkan serta tingkat keefektifitasan dari sistem tersebut.

Tujuan Penelitian 
Tugas akhir ini dibuat untuk memperoleh data di dalam sistem informasi IGD RSCM mulai dari penginputan, proses, ataupun hasil keluaran dari sistem informasi IGD RSCM. Dengan demikian penyusun bermaksud untuk: a. mengaudit sistem informasi IGD RSCM; b. merumuskan rekomendasi untuk memaksimalkan sistem informasi IGD RSCM;

Manfaat Penelitian 
Secara teoritis, penelitian ini dimaksudkan untuk menambah informasi serta referensi dalam mengimplementasikan kegiatan audit sistem informasi sebuah organisasi. Sedangkan secara praktis, penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan kritik dan saran kepada perusahaan untuk meningkatkan keefektifan kinerja system bagi perusahaan. Selain itu, bagi IT Telkom, dapat menjadi kajian ilmiah bagi mahasiswa yang akan melakukan penelitian yang serupa. Bagi peneliti, penelitian ini bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan mengenai masalah yang berhubungan dengan audit sistem informasi perusahaan.

Batasan Penelitian 
Penelitian ini terbatas pada penilaian jalannya sistem informasi IGD RSCM secara global yang diukur melalui maturity level dengan menggunakan salah satu IT Governance tools, yaitu COBIT 4.1. Pegawai yang dijadikan objek penelitian adalah orang yang bekerja pada bagian IGD RSCM, dimana orang tersebut merupakan pelaksana yang berinteraksi aktif dengan bidang TI, bukan orang yang melakukan perancangan sistem informasi IGD RSCM. Tidak terdapat perancangan maupun implementasi aplikasi apapun dalam pengukuran kinerja sistem informasi IGD RSCM. 1.6 Metodelogi Penelitian Dalam melakukan penelitian tugas akhir ini, digunakan informasi yang berbentuk tertulis maupun tidak tertulis, yang diperoleh melalui:

a. Tinjauan Pustaka Tinjauan pustaka merupakan pengumpulan informasi sekunder yang bersifat teoritis yang dilakukan dengan cara membaca buku-buku literature, tulisan ilmiah, karya skripsi, maupun bentuk kepustakaan lainnya yang berhubungan dengan penyelesaian tugas akhir ini.
b. Tinjauan Lapangan Tinjauan lapangan merupakan pengumpulan informasi primer dengan melakukan penelitian dan peninjauan langsung ke perusahaan yang bersangkutan yang terbagi dalam:
 - Observasi Merupakan bentuk kegiatan pengamatan langsung terhadap kegiatan-kegiatan perusahaan untuk mendapatkan gambaran dari perusahaan.
- Wawancara Merupakan bentuk kegiatan komunikasi secara langsung kepada pihak-pihak yang bersangkutan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. - Kuesioner Merupakan bentuk kegiatan memperoleh informasi dari pihakpihak yang bersangkutan melalui daftar pertanyaan yang tertulis untuk mendapatkan informasi yang menggambarkan pandangan dari pihak-pihak bersangkutan.

Kesimpulan dan Saran 

Kesimpulan 
Berdasarkan hasil audit sistem informasi IGD RSCM berdasarkan pandangan pegawai menggunakan COBIT 4.1, maka penulis memperoleh kesimpulan sebagai berikut:

a. audit sistem informasi IGD RSCM berdasarkan pandangan pegawai menggunakan COBIT 4.1 memiliki tujuh business goals, sebelas IT goals, dan dua puluh lima IT process. Berdasarkan identifikasi maturity level, IGD RSCM berada di tingkat kematangan 3, defined, yang berarti bahwa prosedur-prosedur perusahaan telah didokumentasikan dan dikomunikasikan melalui pelatihan. Namun, belum ada evaluasi terhadap sistem tersebut dan individu dibebaskan untuk mengikuti proses ini, sehingga penyimpangan akan sulit dideteksi. Dengan mempertimbangkan baru saja terbentuk sebuah aplikasi EHR online dan segala pembaharuan pendukung kemajuan sistem, tingkat kematangan 3 skala 0-5, merupakan hal yang cukup baik. Dari hasil wawancara beberapa responden mengatakan bahwa sistem informasi IGD RSCM sudah mulai membaik jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun, bagaimana pun sistem berjalan, tetap manusia merupakan komponen penentu berhasil atau tidaknya sistem tersebut berjalan. Kurangnya sosialisasi kepada pegawai dan kurangnya pemahaman pegawai atas sistem dan aplikasi serta minimnya skill teknis juga menjadi suatu masalah tersendiri dalam menjalankan sistem informasi IGD RSCM.;

b. secara keseluruhan, untuk meningkatkan kinerja sistem IGD RSCM, diperlukan peningkatan monitoring dan evaluasi terhadap prosedur dan semua tindakan, yang tindak lanjutnya terintegrasi antara prosedur dan tindakan yang satu dengan yang lain. Selain itu diperlukan pengembangan secara konstan demi mewujudkan kinerja sistem yang efektif dan efisien sesuai dengan prosedur yang diberlakukan perusahaan.

Saran 
Saran untuk pengembangan yang berkaitan dengan pencapaian hasil optimal dari audit sistem informasi IGD RSCM berdasarkan pandangan pegawai menggunakan COBIT 4.1 ini sebagai berikut:

a. audit sistem informasi ini hanya mengacu pada penerapan sistem dalam instalasi gawat darurat. Dalam pengembangannya diharapkan dapat dilakukan audit terhadap keseluruhan sistem RSCM.;

b. responden audit sistem informasi ini hanyalah pegawai yang bekerja di IGD RSCM, dimana pegawai tersebut merupakan pelaksana yang berinteraksi aktif dengan bidang TI, bukan orang yang melakukan perancangan sistem informasi IGD RSCM. Dalam pengembangannya mungkin dapat dilakukan penentuan responden yang lebih variatif.;

c. penelitian ini hanya menggunakan metode COBIT 4.1. Kedepannya, mungkin dapat dilakukan audit dengan metode lainnya seperti COBIT 5, COSO, ESAC, CoCo, dan metode lainnya;

d. berdasarkan hasil audit sistem informasi IGD RSCM yang telah dilakukan, didapatkan pernyataan bahwa pihak RSCM belum pernah melakukan audit sistem informasi. Diharapkan untuk pengembangannya, akan dilakukan audit secara berkala guna meningkatkan kinerja sistem informasi.

Daftar Pustaka 
[1] Akmal, dan Marmah (2009). EDP Audit. Jakarta : Erlangga.
[2] Gondodiyoto, Sunyoto (2007). Audit Sistem Informasi + Pendekatan CobIT. Jakarta : Mitra Wacana Media
[3] ITGI (2007). COBIT ver.4.1: Framework, Control Objectives, Management Guidelines, Maturity Models. Rolling Meadow
[4] Kumaat, Valery (2010). Internal Audit. Jakarta. Erlangga.
[5] Moloeng, Lexy J (2004). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : Rosda.
[6] Pederiva, Andrea (2003). The CobIT Maturity Model in a Vandor Evaluation Case. Information Systems Control Journal. Vol 3.
[7] Ramadhanti, Dwiani (2010). Penerapan Tata Kelola TI dengan Menggunakan COBIT framework 4.1 (Studi Kasus pada PT Indonesia Power). Tesis Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
[8] Rizki, Dwi (2012). Evaluasi IT Governance Berdasarkan COBIT 4.1 (Studi Kasus di PT Timah (PERSERO) Tbk). Skripsi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
[9] RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo (2011). Buku Saku Quality and Safety. Jakarta.
[10] Sarno, Riyanto (2009). Audit Sistem & Teknologi Informasi. Surabaya : ITS Press
[11] Sekaran, Uma (2006). Research Method for Business. USA : John Wiley and Sons, Inc.
[12] Silvana, Lusia dan Asnur, Ivanna (2007). Analisa Pengelolaan Teknologi Informasi dengan Framework CobIT 4.0 di PT Coca Cola Bottling Indonesia Jawa Timur. Skripsi Fakultas Teknik Universitas Kristen Petra.
[13] Soejitno, Alkatri, dan Ibrahim. (2002). Reformasi Perumahsakitan Indonesia. Jakarta: Grasindo.
[14] Surendro, Krisdanto (2009). Implementasi Tata Kelola Teknologi Informasi. Bandung: Informatika
[15] Yutta, Finh (2012). Audit Sistem Informasi Instalasi Rawat Inap Berdasarkan Perspektif Pelanggan Balanced Scorecard Menggunakan Standar COBIT 4.1. Tugas Akhir Sekolah Tinggi Manajemen Informatika & Teknik Komputer Surabaya
[16] Yuwono, S., Sukarno, E., dan Ichsan, M. (2006). Petunjuk Praktis Penyusunan Balanced Scorecard. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
[17] Weber, Ron (2000). Information System Controls and Audit. New Jersey : Prentice Hall, Inc.
[18] Web RSCM, 2 Juni 2012. http://www.rscm.co.id

Kamis, 31 Maret 2016

Perkembangan Teknologi Informasi dan Sistem Informasi yang berkaitan dengan bisnis dan industri


Assalamualaikum Wr.Wb
Halo Bloggers sekalian untuk kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang Teknologi Informasi dan Sistem informasi yang berdampak pada Bisnis dan Industri dimana hal ini sudah di berlakukan di berbagai macam tempat di era yang Modern ini.Dengan kemajuan teknologi yang sudah cukup canggih ini membuat para pembisnis dan pendiri industri dapat menjalankan pekerjaannya dengan sangat mudah,yaitu salah satu contohnya adalah dimana Barang bekas pun bisa kita jual secara online kepada orang yang membutuhkan barang tersebut,tentunya dengan kesepakatan bersama.

Baiklah sebelum kita membahas poin utamanya saya akan menjelaskan apa itu Teknologi Informasi.
Pengertian Teknologi Informasi adalah suatu studi perancangan, implementasi, pengembangan, dukungan atau manajemen sistem informasi berbasis komputer, terutama pada aplikasi hardware dan software.

Pengertian menurut saya sendiri : Suatu temuan dimana temuan tersebut berupa alat yang dapat mempermudah pekerjaan seseorang,tanpa harus memakan waktu yang banyak dalam mengerjakannya karena alat temuan yang mempermudah pekerjaannya.

Ada pun pengertian menurut para ahli mengenai Teknologi Informasi :

Haag dan Keen (1996): Pengertian teknologi informasi menurut Haag dan Keen bahwa teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi.

Oxford English Dictonary (OED): Pengertian teknologi informasi menurut Oxford English Dictionary adalah hardware dan software dan bisa termasuk di dalamnya jaringan dan telekomunikasi yang biasanya dalah konteks bisnis atau usaha.

Williams dan Sawyer (2003): Menurut williams dan sawyer, bahwa pengertian teknologi informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi kecepatan tinggi yang membawa data, suara, dan video.

Martin (1999): Menurut martin bahwa teknologi informasi merupakan teknologi yang tidak hanya pada teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang akan digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan mencaku teknologi komunikasi untuk mengirim atau menyebarluaskan informasi.

Teknologi Informasi memiliki enam Fungsi yaitu :

1. Menangkap (Capture)
2. Mengolah (Processing)
3. Menghasilkan (Generating)
4. Menyimpan (Store)
5. Mencari kembali (Retrival)
6. Transmisi (Transmission)

Setelah saya menjelaskan tentang Teknologi Informasi saya akan menjelaskan tentang Sistem Informasi.

Pengertian Sistem Informasi adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen.Suatu kegiatan yang di lakukan oleh manusia untuk berbagi informasi kepada semua orang.

Pengertian Sistem Informasi menurut para ahli :

John F. Nash: kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang bermaksud menata jaringan komunikasi yang penting, proses atau transaksi tertentu dan rutin, membantu manajemen dan pemakai intern dan ekstern dan menyediakan dasar pengambilan keputusan yang tepat.

Robert A. Leitch: suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

Henry Lucas: suatu kegiatan dari prosedur-prosedur yang diorganisasikan, apabila dieksekusi akan menyediakan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengendalian di dalam.

Alter: sistem informasi adalah sebagai  tipe khusus dari sistem kerja dimana manusia dan/mesin melakukan pekerjaan dengan menggunakan sumber daya untuk memproduksi produk tertentu dan/jasa bagi pelanggan.

Fungsi dari Sistem Informasi diantaranya adalah :

1. Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
2. Mengidentifikasi kebutuhan mengenai keterampilan pendukung sistem informasi.
3. Mengantisipasi dan memahami akan konsekuensi ekonomi.
4. Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.
5. Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.

Selain Pengertian dan Fungsi Sistem Informasi memiliki Komponen penting yaitu :

1. Input
2. Output
3. Model
4. Teknologi
5. Kontrol

Dampak Perkembangan Teknologi Informasi dan Sistem Informasi dalam Bisnis dan Industri

Zaman sudah berganti,begitu juga teknologi,tentunya dengan majunya teknologi yang sekarang membuat banyak orang semakin mudah untuk melakukan suatu pekerjaan mulai dari mencetak halaman pada kertas sampai transaksi jual beli alias berdagang.Nah saya akan memberikan beberapa contoh dari topik yang akan saya bahas kali ini.

E-Commerce 
E-Commerce atau yang kita kenal sebagai Online Shop (Contoh OLX,Buka Lapak,TokoPedia),yaitu suatu Wadah dimana siapapun pedagang dan pembeli dapat menjual barang-barangnya kepada orang lain dengan cara memposting Gambar dari barang yang akan di jual serta speksifikasi barang yang akan dijual,lalu pembeli yang berminat akan menghubungi sang penjual dengan cara Telfon atau Messenger,dan kesepakatan akan di lakukan dengan cara-cara tertentu apa saja cara tersebut?.

1. Cash on Delivery (COD) : Cara ini adalah cara yang paling aman karena sang pembeli dapat melihat kondisi barang secara langsung sebelum melakukan transaksi,tentunya hal ini dapat menghindari modus penipuan yang marak terjadi.

2.Transfer : Pembeli dapat memberikan alamat tempat tinggalnya dan penjual akan mengirim barang dengan jasa pengantar seperti Tiki,JNE,dll.Transaksi di lakukan dengan cara sang pembeli mengirim uang via transfer ATM ke rekening penjual.(Cara ini sebaiknya di lakukan untuk Pedagang yang Trusted saja).

3.Middle man : Cara ini adalah cara alternatif yang di lakukan apabila pedangan atau pembeli merasa curiga namun ingin tetap melakukan transaksi,hal ini dilakukan untuk menghindari terima uang lalu kabur atau terima barang lalu kabur.Cara ini di lakukan oleh 3 pihak yaitu Pedangang,Pembeli,dan sang Middle man atau Rekber.sebelum pembeli atau pedangan memberikan uang atau barangnya salah satu dari mereka memberikan uang/barangnya kepada sang Middleman setelah middleman menerima barang/uang atau barang dan uang sudah di tangan middleman maka sang middleman akan memberikan barang/uangnya kepada sang pembeli/penjual.Tentunya Middleman yang di pilih juga harus terpercaya.

E-Business
Kegiatan Bisnis yang dilakukan secara otomatis dengan memanfaatkan Teknologi komputer dan internet.Sebenarnya E-Business ini adalah bagian yang lebih luas dari E-Commerce karena E-Business mencakup satu perusahaan sementara E-Commerce hanya mencakup beberapa pihak saja.Salah satu contohnya adalah Tokopedia dimana perusahaan ini yang akan memantau kegiatan jual beli dalam wadah yang mereka sediakan,tokopedia akan mengkonfirmasi pembayaran yang akan di lakukan oleh sang pembeli dan akan di berikan informasi tersebut oleh sang penjual,apabila terjadi penipuan atau kesalahan teknis makan tokopedia akan bertanggung jawab menangani hal tersebut.

E-Business tentunya memiliki tujuan yang sama dengan Bisnis konvensional,namun bedanya hanya E-Business menggunakan sarana teknologi yang canggih sehingga orang yang ingin berkenalan dengan partner bisnisnya bisa dengan menggunakan sarana sosial media,dan mereka bisa saling memantau satu sama lain dalam jarak jauh.Sedangkan Bisnis konvensional menggunakan rapat di ruang khusus untuk saling berdiskusi,itu lah contoh di antara perbedaan E-Bisnis dan E-Commerce.

E-Bussines memiliki lima bentuk hubungan dalam bisnisnya yaitu :
1. Business to Business
2. Business to Costumer
3. Costumer to Costumer
4. Costumer to Business
5. IntraBusiness

Sekian dengan apa yang saya bahas,mohon maaf apabila ada kesalahan,maklum saya hanyalah manusia biasa,sesungguhnya kesempurnaan hanya milik Allah.swt,Assalaumalaikum Wr.Wb




Minggu, 01 November 2015

Tugas Softskill minggu 1

1.    Pengertian Permintaan dan Penawaran
Dalam ilu ekonomi adalah merupakan suatu penggambaran atas hubungan-hubungan di pasar,antara para calon pembeli dan penjual terhadap suatu barang.
Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu.Sedangkan penawaran adalah sejumlah barang yang di jual atau di tawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu.Model penawaran dan permintaan digunakan untuk menentukan harga dan kuantutas yang terjual di pasar.

2.     Hukum Permintaan dan Penawaran
Jika semua asumsi diabaikan (ceteris paribus) : Jika harga semakin murah maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. Jika harga semakin rendah/murah maka penawaran akan semakin sedikit.Semua itu terjadi karena semua ingin mencari keuntungan sebesar-besarnya dari harga yang ada.Apabila harga terlalu tinggi maka pembeli mungkin akan membeli sedikit karena uang yang dimiliki terbatas, namun bagi penjual dengan tingginya harga ia akan mencoba memperbanyak barang yang di jual atau, di produksi agar keuntungan yang di dapat semakin besar.Harga yang tinggi juga bias menyebabkan konsumen/pembeli akan mencari produk lain sebagai pengganti barang yang harganya mahal.

3.     Faktor yang mempengaruhi Permintaan dan Penawaran

>Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi permintaan terhadap barang dan jasa, antara lain :
-Tingkat pendapatan seseorang/masyarakat
-Jumlah penduduk
-Selera penduduk
-Fluktuasi ekonomi
-Harga barang yang di tuju
-Harga barang substitusi
-Faktor lain (harapan,hubungan social,dan politik)

>       Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penawaran terhadap barang dan jasa, antara lain:
-Harga barang yang dituju
-Biaya produksi dan ongkos
-Tujuan produksi
-Teknologi yang di gunakan
-Harga barang substitusi
-Lain hal (Faktor social/politik)
          Jadi tingkat permintaan akan di pengaruhi oleh beberapa factor yang selalu mengikutinya, antara lain adalah : perilaku/selera konsumen,ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap, pendapatan/penghasilan konsumen, perkiraan harga di masa depan dan banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen.
Sedangkan pada tingkat penawaran akan dipengaruhi antara lain oleh : biaya produksi dan teknologi yang di gunakan,tujuan dari suatu perusahaan,pajak,ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap dan prediksi/perkiraan harga di masa depan.

4.     Penentuan Harga Keseimbangan

Ø Harga keseimbangan atau harga pasar (Equilibrium Price) adalah tinggi rendahnya tingkat harga yang terjadi atas kesepakatan antara produsen/penawaran dengan konsumen atau permintaan.Pada harga keseimbangan produsen/penawaran bersedia melepas barang/jasa,sedangkan permintaan/konsumen bersedia membayar harganya.Dalam kurva harga keseimbangan terjadi titik temu antara kurva permintaan dan kurva penawaran, yang disebut Equilibrium Price.Interaksi permintaan dan penawaran terjadi di pasar, maka harga keseimbangan disebut juga harga pasar.

Ø Dalam ilmu ekonomi, harga equilibrium adalah harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran.Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli dan penjual dimana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya.Jika keseimbangan ini telah tercapai,biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga.Dengan kata lain harga keseimbangan adalah harga dimana baik konsumen maupun produsen sama-sama tidak ingin menambah atau mengurangi jumlah yang dikonsumsi atau dijual.Permintaan sama dengan penawaran.Jika harga dibawah harga keseimbangan,terjadi kelebihan permintaan.Sebab permintaan akan meningkat dan penawaran menjadi berkurang.Sebaiknya jika harga melebihi harga keseimbangan, terjadi kelebihan penawaran.Jumlah penawaran meningkat, jumlah permintaan menurun.

Ø Secara grafis harga keseimbangan ini terjadi pada titik potong antara kurva permintaan dan penawaran.Keseimbangan harga merupakan titik temu antara permintaan dan penawaran yang merupakan proses alami mekanisme pasar.Permintaan/pembeli berusaha untuk mendapatkan barang/jasa yang baik dengan harga yang murah,sedangkan penawaran/penjual berusaha untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.Akibat dari Tawar-menawar antara permintaan dan penawaran, maka akan tercapai titik temu yang disebut keseimbangan harga.

Ø  Cara menentukan harga keseimbangan secara Matematis.

Keadaan keseimbangan dapat pula ditentukan secara matematik, yaitu dengan memecahkan persamaan permintaan dan persamaan penawaran secara serentak atau semultan.
Cohtoh :
Persamaan permintaan : Qd = 1.500 – 0,001 Pq
Persamaan penawaran : Qs = -100 + 0,001 Pq
Syarat keseimbangan adalah permintaan sama dengan penawaran atau Qd = Qs.
1.500 – 0,001 P = -100 + 0,001 Pq
1.500 + 100 = 0,001 P + 0,001 Pq
1.600 = 0,002 Pq
Pq = 800.00 (harga keseimbangan / harga pasar).

5.       Pendekatan Perilaku Konsumen
-Pendekatan Kardinal
Disebut juga dengan pendekatan marginal utility.Pendekatan cardinal dalam analisis konsumen didasarkan pada asumsi bahwa tingkat kepuasan yang diperoleh konsumen dari konsumsi suatu barang dapat diukur dengan satuan tertentu seperti uang, jumlah atau buah.Semakin besar jumlah barang yang dikonsumsi , semakin besar pula tingkat kepuasan konsumen.Konsumen yang relasional akan berusaha memaksimumkan kepuasannya dengan pendapatan yang lebih.Tingkat kepuasan konsumen terdiri dari dua konsep yaitu kepuasan total (total utility) dan kepuasan tambahan (marginal utility).Kepuasan total adalah kepuasan menyeluruh yang diterima oleh individu dari mengkonsumsi sejumlah barang atau jasa.Sedangkan kepuasan tambahan adalah perubahan total per unit dengan adanya perubahan jumlah barang atau jasa yang dikonsumsi.
-Pendekatan Ordinal
Disamping pendekatan cardinal , dalam hal konsumsi kita juga mengenal pendekatan ordinal.Pendekatan Ordinal digunakan karena pendekatan cardinal memiliki beberapa kelemahan , antara lain karena pendekatan cardinal bersifat subjektif dalam penentuan nilai guna total dan nilai guna marginal , sebagian besar ekonomi saat ini menolak pendekatan cardinal yang hanya membahas konsumsi barang-barang sederhana seperti es krim/kopi.Mereka memperkenalkan pendekatan ordinal yang lebih memberi penekanan bahwa “ barang A lebih saya sukai daripada barang si B” . Pendekatan ordinal membuat peringkat atau urutan-urutan kombinasi barang yang di konsumsi.
               
6.Konsep Elastisitas
Elastisitas adalah perbandingan perubahan proposional dari sebuah variable dengan perubahan variable lainnya.Definisi lain ,elastisitas mengukur seberapa besar kepekaan atau reaksi konsumen terhadap perubahan harga.
Konsep elastisitas ini digunakan untuk meramalkan apa yang akan barang/jasa dinaikan.Pengetahuan mengenai seberapa dampak perubahan harga terhadap permintaan sanganlah penting.





 Tugas 2

1.Produsen dan fungsi Produksi
-Produsen adalah orang yang menghasilkan barang dan jasa untuk dijual atau dipasarkan. Orang yang memakai atau memanfaatkan barang dan jasa hasil produksi untuk memenuhi kebetuhan adalah konsumen.
-Faktor produksi adalah sumber daya yang digunakan dalam sebuah proses produksi barang dan jasa. Pada awalnya, faktor produksi dibagi menjadi empat kelompok, yaitu tenaga kerja, modal, sumber daya alam, dan kewirausahaan. Namun pada perkembangannya, faktor sumber daya alam diperluas cakupannya menjadi seluruh benda tangible, baik langsung dari alam maupun tidak, yang digunakan oleh perusahaan, yang kemudian disebut sebagai faktor fisik (physical resources).
-Fungsi produksi adalah fungsi yang menunjukkan hubungan antara berbagai kombinasi input yang digunakan untuk menghasilkan output. Asumsi dasar untuk menjelaskan fungsi produksi adalah berlakunya “ the lawa of diminishing ret urns” yang menyat akan bahwa apabila suatu input dit ambahkan dan input lain tetap maka tambahan out put dari setiap tambahan satu unit input yang ditambahkan mula-mula menaik, tapi pada suatu tingkat tertentu akan menurun jika input tambahan tersubut terus menerus dit ambahkan. Jadi dalam ini ada 3 tingkat produksi :
1) Tahap 1 : produksi terus bertambah dengan cepat
2) Tahap 2 : pertambahan produksi total semakin lama semakin mengecil
3) Tahap 3 : pert ambahan produksi total semakin berkuran
2.Produksi Optimal
Optimalisasi produksi adalah suatu cara meningkatkan nilai dari suatu produksi dengan pengarus variabel. Cara mengoptimalkan produksi bisa dengan meningkatkan kualitas produksi, jumlah produksi, manfaat produksi, bentuk fisik produksi, dan lain-lain. Konsep efisiensi dari aspek ekonomis dinamakan konsep efisiensi ekonomis atau efisiensi harga. Dalam teori ekonomi produksi, pada umumnya menggunakan konsep ini. Dipandang dari konsep efisiensi ekonomis, pemakaian faktor produksi dikatakan efisien apabila ia dapat menghasilkan keuntungan maksimum. Untuk menentukan tingkat produksi optimum menurut konsep efisiensi ekonomis, tidak cukup hanya dengan mengetahui fungsi produksi.
3.Least Cost Combination
Least Cost Combination adalah menentukan kombinasi input mana yang memerlukan biaya terendah apabila jumlah produksi yang ingin dihasilkan telah ditentukan. ISoquant atau Isoproduct Curve adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara berbagai kemungkinan kombinasi 2 input variable dengan tingkat putput tertentu. Dalam hal ini pengusaha masih dapat menghemat biaya untuk menghasilkan produk tertentu selama nilai input yang digantikan atau disubstitusi masih lebih besar dari nilai input yang menggantikan atau yang mensubstitusi. Jadi, selama DX2.P2 > DX1.P1 maka penggantian DX2 oleh DX1 masih menguntungkan.






4. Jenis-Jenis Biaya/Ongkos
1.      Berdasarkan fungsinya
a.       Biaya langsung yaitu biaya yang langsung masuk dalam proses produksi suatu barang, bahan baku, tenaga kerja dll.
b.      Biaya tidak langsung Yaitu biaya yang dikeluarkan untuk mendukung proses produksi misalnya biaya telepon, listrik, iklan dll.
2.      Berdasarkan Sifatnya
a.       Biaya eksplisit yaitu biaya yang muncul/kelihatan dalam proses produksi.
b.      Biaya implisit yaitu biaya yang tidak kelihatan dalam proses produksi namun sebenarnya ada dan dikeluarkan.
3.      Berdasarkan kaitannya dengan jumlah produksi
a.       Biaya Tetap ( Fixed Cost = FC ) Yaitu biaya yang tidak bertambah seiring dengan pertambahan produksi. Biasanya hanya muncul pada saat pertama akan berproduksi, gedung, mesin berat, dll.
b.      Biaya Variabel ( Variabel Cost = VC ) Yaitu biaya yang bertambah seiring dengan bertambahnya unit barang yang diproduksi
Beberapa pengertian biaya dalam jangka pendek:
1.      Biaya tetap total (total fixed cost)
2.      Biaya variabel total (total variable cost)
3.      Biaya marjinal (marginal cost)
4.      Biaya tetap rata-rata (per unit) atau average fixed cost
5.      Biaya variabel rata-rata (per unit) atau average variable cost
6.      Biaya total (total cost)
7.      Biaya rata-rata (average cost)

Biaya tetap total (Total fixed cost/TFC)
Biaya tetap total yaitu keseluruhan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor produksi yang bersifat tetap. Contoh : pembelian mesin, bangunan dll
Biaya variabel total (total variable cost/TVC)
Biaya variabel total yaitu keseluruhan biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh faktor produksi yang bersifat variabel. Misalnya biaya tenaga kerja, pembelian bahan baku, bahan penolong dll.
Biaya marjinal (marginal cost/MC)
Biaya marjinal yaitu kenaikan biaya yang dikeluarkan perusahaan sebagai akibat kenaikan satu unit output.
MCn = TCn - TCn-1
Biaya tetap rata-rata (average fixed cost/AFC)
Biaya tetap rata-rata yaitu biaya tetap yang dibebankan kepada satu unit output. AFC = TFC / Q. Q = jumlah output yang dihasilkan dari penggunaan sejumlah biaya tetap total tertentu.
Biaya variabel rata-rata (average variable cost/AVR). Biaya variabel rata-rata yaitu biaya variabel yang dibebankan kepada kepada setiap unit output.
AVR = TVC/Q
Biaya total (total cost/TC)
Biaya total yaitu keseluruhan biaya produksi yang digunakan untuk menghasilkan sejumlah output tertentu baik yang bersifat tetap maupun variabel.
TC = TFC + TVC
Biaya rata-rata (average cost/AR)
Biaya rata-rata Yaitu biaya diproduksi yang diperhitungkan untuk setiap unit output. AR = TC/Q

Perbedaan Biaya dalam jangka pendek dan jangka panjang.
Apabila masing–masing keseimbangan dihubungkan akan terbentuk jalur perluasan produksi dalam jangka panjang. Fungsi Produksi dibedakan menjadi :

Jangka Pendek : Jika terdapat fixed dan variable cost.
1.      Dalam jangka pendek berlaku hukum The Law of Deminishing Return (Hukum kenaikan yang semakin menurun) yaitu Jika dalam proses produksi terdapat input tetap / Fixed Cost (artinya produksi masih dalam jangka pendek) , Apabila semakin banyak input variabel yang digunakan, maka output akan bertambah dengan pola pertambahan yang menunjukkan: MP naik, maksimum lalu turun sampai nol dan akhirnya negatif The law of Deminishing Marginal Return.
2.      AP mula-mula naik, maksimum lalu turun tapi tidak menjadi negatif disebut The Law of Deminishing Average Return

Jangka Panjang : Jika semua fixed cost sudah menjadi variable cost.
Dalam menganalisa biaya umumnya tidak terlepas dari analisa penerimaan atau revenue atau total revenue. Pengertian revenue atau penerimaan adalah seluruh pendapatan yang diterima dari hasil penjualan barang pada tingkat harga tertentu. Secara matematik total revenue dirumuskan sebagai berikut:
TR = PQ
AR = TR/Q
MR = ∆TR/∆Q     atau  turunan dari TR
∆TR = Tambahan penerimaan,  ∆Q = Tambahan Produksi.

Berdasarkan konsep penerimaan dan biaya (TR dan TC)  dapat diketahui beberapa kemungkinan diantaranya :
TR < TC  = keadaan untung / laba
TR= TC   = keadaan  Break Even Point
TR > TC  = Keadaan rugi.

Contoh Soal:
Sebuah pabrik Sandal dengan Merk " Idaman" mempunyai biaya tetap (FC) = 1.000.000; biaya untuk membuat sebuah sandal Rp 500; apabila sandal tersebut dijual dengan harga Rp 1.000, maka:

Ditanya:
a.       Fungsi biaya total (C), fungsi penerimaan total ( TR) dan Variable Cost.
b.      Pada saat kapan pabrik sandal mencapai BEP.
c.       Untung atau rugikah apabila memproduksi 9.000 unit.

Jawab:
a.       FC = Rp 1.000.000
VC= Rp 500.
Fungsi biaya variabel VC = 500  Q ..........................................................................(1)
Fungsi biaya total C = FC + VC     -----> C = 1.000.000 + 500 Q ..........................(2)
Fungsi penerimaan total  TR = P.Q -----> TR = 1.000 Q ..........................................(3)

b.      Break Even Point terjadi pada saat TR = TC
1.000 Q  = Rp 1.000.000 + 500 Q
1.000 Q - 500 Q = 1.000.000
500 Q = 1.000.000
Q = 2.000 unit
Pabrik roti akan  mengalami BEP pada saat Q = 2.000 unit
Pada biaya total  C = 1.000.000 + 500 ( 2.000)
C = 2.000.000

c.       Pada saat memproduksi Q = 9000 unit
TR = P.Q
= 1.000  X  9.000
= 9.000.000
C  = 1.000.000 + 500 (Q)
= 1.000.000 + 500 ( 9.000)
= 1.000.000 + 4500.000
= 5.500.000

Bila  TR > TC, maka keadaan laba / untung.
Laba = TR – TC
= 9.000.00 - 5.500.000
= 3.500.000

Bila hanya memproduksi 1.500 unit maka akan mengalami kerugian sebesar :
Rugi = TR – TC
= 1.000 (1.500)  - 1.000.000 + 500 ( 1.500)
= 1.500.000 - 1.750.000
= 250.000

5.Macam-macam ongkos












Gambar 1. Kurva Ongkos Produksi Jangka Panjang











 Gambar 2. KurvaBiaya Total













Gambar 3. Kurva Ongkos Variabel Rata-Rata











Gambar 4. Long Run Average Cost Curve

6.Penerimaan (Revenue)
Kita ketahui bahwa proses produksi yang dilakukan oleh seorang produsen akan menghasilkan sejumlah barang, atau produk. Produk inilah yang merupakan jumlah barang yang akan dijual dan hasilnya merupakan jumlah penerimaan bagi seorang produsen. Jadi pengertian penerimaan adalah sejumlah uang yang diterima oleh perusahaan atas penjualan produk yang dihasilkan. Dalam ilmu ekonomi penerimaan diistilahkan revenue.
Anda bisa melihat sekitar lingkungan tempat tinggal Anda, seperti seseorang menjajakan goreng pisang atau lainnya, maka akan diterima sejumlah uang dari penjualan goreng pisang tersebut dan ini merupakan penerimaan bagi orang tersebut. “Sudah pahamkah Anda dengan contoh penerimaan?. 
Dari contoh di atas misalkan penjual pisang goreng tersebut memperoleh uang 20.000,- dan harga pisang goreng perbuah Rp. 200,00 maka jumlah pisang goreng yang dijual sebanyak 100 pisang goreng. Oleh sebab itu jumlah penerimaan ditentukan oleh dua faktor, yaitu jumlah produk (barang yang dihasilkan) dan harga produk tersebut. Jadi semakin banyak jumlah barang yang dijual semakin besar jumlah penerimaan.

7.Penerimaan Maximum
>Pendekatan Total
TR = Total Revenue (Penerimaan Total)
Jumlah seluruh penerimaan perusahaan dari hasil penjualan sejumlah produk (barang yang dihasilkan). Cara untuk menghitung penerimaan total dapat dilakukan dengan mengalikan jumlah produk dengan harga jual produk per unit.
Keterangan:
TR = Penerimaan total perusahaan
Q   = Jumlah produk yang dihasilkan
P    = Harga jual per unit
Contoh :
Anda menghasilkan suatu barang sebanyak 5 unit dan harga per unit Rp. 20.000, maka berapakah jumlah penerimaan total ?
Jawab :
Q = 5 unit
P = Rp. 20.000,00
TR=?
TR = Q x P = 5 x 20.000, = 100.000,- 
>Pendekatan Marginal
Penerimaan tambahan dari adanya tambahan per unit produk yang terjual. Cara menghitung penerimaan marginal dengan membagi tambahan penerimaan total dengan tambahan jumlah produk yang terjual
Contoh :
Tabel Penerimaan Perusahaan
Q
TR
MR
1
10
-
2
15
?

Dari tabel di atas berapakah penerimaan marginal pada penambahan produk sebesar 1.
(Q = 2) ?.
Bagaimana apakah ketiga jenis penerimaan sudah Anda pahami. Untuk itu coba Anda kerjakan latihan di bawah ini.

1. Seorang pengusaha menghasilkan 2000 unit dan harga di pasar per unit Rp. 1000,00, berapakah penerimaan totalnya ?
2. Penerimaan total dari seorang produsen sebesar 3.500.000,00 dari penjualan produk sebanyak 1000 unit, berapakah penerimaan rata-ratanya? 
3.Perhatikan tabel penerimaan perusahaan

Q
TR
MR
2 unit
12
-
4 unit
20
?
7 unit
35
?
 Berapakah MR pada penambahan produk menjadi 4 dan 7 unit ?

Setelah Anda mengerjakan ketiga soal di atas jawaban yang benarnya adalah:
No 1 :
TR
=
2.000.000
No 2 :
AR
=
3.500
No 3 :
MR4
=
4
MR5
=
5
>Pendekatan rata-rata
Penerimaan rata-rata adalah penerimaan per unit produk yang terjual. Untuk menghitung penerimaan rata-rata dapat dilakukan dengan cara membagi penerimaan total dengan jumlah produk (barang) yang terjual.
Keterangan:
AR = penerimaan rata-rata
TR = penerimaan total
Q = jumlah produk yang dihasilkan

Contoh :
Suatu perusahaan memperoleh penerimaan total sebesar Rp. 250.000,- dari
penjualan sebesar 10 unit, berapakah penerimaan rata-ratanya ?.
Jawab :
Diketahui TR = 250.000,- dan  Q = 10 unit,
AR = ?
AR = TR/Q = 250.000/10 = 25.000
Sebenarnya penerimaan rata-rata selalu sama dengan harga perunit.